Diawali dari senyuman - senyuman keji, ku lalui hal yang tak pernah aku pikirkan sebelumnya. Lensa alam memandang dengan penuh curiga. Kadang, aku tak yakin dengan apa yang telah aku lihat sore ini. dengan emosi dan prediksi yang tajam, aku coba untuk melalui jalan sempit yang mungkin takan pernah berakhir. saat manusia terlelap, aku terus mencoba untuk menutup mata dan membuka hati. mereka paksa aku untuk masuk ke dalam lubang amarah dengan segala yang mereka tanyakan untuk bersilat-lidah. emosi tak bertuan memuncak saat senyuman menipis. mereka yang menyebut ku manusia payah, ku balas dengan sebutan manusia rendah. ikrar - ikrar membahayakan yang keluar dari mulut mereka mungkin tak akan pernah habis. dan sekarang sumpah serapah yang telah menjadi sampah, mengembalikan khayalan ku menjadi seuraian cita - cita. saat menemukan keindahan, di sana lah saat dimana kita harus tersenyum untuk semua irasionalnya hidup.

.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar